Diduga Ketua PWI Pusat Korupsi Dana Hibah BUMN, PWMOI: DK PWI Tidak Adil Berikan Sanksi

BERLAYARINFO.com – Organisasi Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) menganggap sanksi Dewan Kehormatan (DK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atas Korupsi Dana Hibah BUMN terkesan tidak adil.

Untuk diketahui, Dana Hibah dari Kementerian BUMN yang akan diberikan ke PWI sebesar Rp. 6 miliar, dana tersebut untuk Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di 30 Provinsi, baru terealisasi 6 Provinsi saja.

Dari Rp. 6 miliar, diduga Rp. 2,9 miliar dikorupsikan oleh 4 (empat) oknum pengurus PWI, yakni Ketua PWI Pusat Hendri Ch. Bangun, Sekjen Sayid Iskandarsyah, Wabebdum M. Ihsan dan Direktur UKM Syarif Hidayatulloh.

Ketua Umum PWMOI, HM Jusuf Rizal, SH mengatakan bahwa DK PWI seperti masuk angin dalam hal menerapkan sanksi kepada para oknum tersebut.

“Ketua DK Sasongko Tedjo, kita nilai tidak adil. Tidak independen dan terkesan masuk angin atau tidak berani mengambil tindakan tegas. Sanksi setengah hati yang menciderai prinsip transparansi dan keadilan,” tegas Ketua Umum PWMOI kepada media ini pada Rabu (24/04).

Bahkan Jusuf Rizal menyampaikan bahwa pada tanggal 16 April 2024, DK PWI telah menerbitkan surat keputusan terhadap 4 oknum PWI Pusat tersebut yaitu Ketua Hendri Ch.Bangun, Sekjen, Sayid Iskandarsyah, Wabebdum, M.Ihsan dan Direktur UKM, Syarif Hidayatulloh. Naumun, anehya, Hendri Ch. Bangun hanya diberi peringatan keras, sementara tiga orang lainnya diberhentikan.

“Bagaimana mungkin Ketua PWI Pusat diberi peringatan keras saja ?, sementara Sekjen dan lainnya, diberhentikan. Ini yang PWMOI sebut Sasongko Tedjo tidak adil dan cermat dalam memberikan sanksi terhadap para pelaku korupsi,” tegas Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak penggiat anti korupsi itu.

Menurut Jusuf Rizal dari kronologis, master mind (Otak) dari peristiwa korupsi ini dilakukan Ketua PWI Pusat. Ada cash back, ada komisi, ada pengeluaran uang (penandatanganan Cheque) yang di luar prosedur, dll, itu dimulai dari keputusan sendiri Ketua PWI Pusat, Hendri Ch. Bangun.

“Jika tidak ada persetujuan dari Ketua PWI Pusat, tidak mungkin Sekjen, Wabendum dan Direktur UKM berani bertindak melanggar ketentuan dan korupsi. Mereka itu ibarat pepatah, tali rapia tali sepatu, sesama mafia musti bersatu. Telah terjadi persekongkolan jahat mengkorupsi dana hibah BUMN itu,” cetusnya.

Jusuf Rizal yang juga penggiat anti korupsi itu menambahkan, semestinya Hendri Ch. Bangun sebagai Ketua PWI Pusat yang harus lebih dulu diberhentikan oleh DK PWI. Bukan sanksi keras, sebab tiga orang lain adalah pelaksana yang menjalankan kebijakan Ketua PWI Pusat yang salah. Melanggar ketentuan konstitusi organisasi PWI.

“Karena itu, masyarakat, wartawan dan PWMOI mendesak DK PWI Pusat mengoreksi kebijakan pemberian sanksi. Sebab yang dilakukan empat oknum PWI Pusat tersebut adalah peristiwa kriminal, bukan pelanggaran etik atau konstitusi organisasi PWI biasa,” tegas Jusuf Rizal.

Dari informasi yang didapatkan, kata Jusuf Rizal, jika melihat aspek pelanggarannya Sekjen Sayid Iskandarsyah telah mengembalikan dana yang dikorupsikannya sebesar Rp. 540 juta.

“Sedangkan Ketua PWI Pusat Hendri Cb. Bangun sebesar Rp. 1,771 miliar belum dikembalikan. Artinya dari segi jumlah dan pelanggaran lebih berat yang dilakukan Ketua PWI Pusat,” ungkap Jusuf Rizal yang juga Pendiri dan sekaligus Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat).

Terkait perkembangan laporan tentang penyalahgunaan wewenang empat oknum yang telah dilaporkan Wartawan Edison maupun LSM LIRA dan PWMOI, menurut Jusuf Rizal tetap dilanjutkan dan sedang diproses di Bareskrim Mabes Polri.

“Pihak Bareskrim sedang menelaah aspek pelanggaran hukumnya, apakah ada Tipikor atau hanya penggelapan,” bebernya.

Disampaikannya lagi, berbagai pihak yang mau ikut melaporkan dipersilahkan membuat laporan ke Bareskrim. Semua laporan akan dijadikan satu dalam satu penanganan dari laporan pertama.

“Saat ini sedang dilakukan pengumpulan barang bukti dan berbagai saksi untuk dimintai informasi dengan tenggang waktu penanganan paling lama 30 hari,” pungkasnya./Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *