Bolehkah Satpam Menggeledah Badan Seseorang Pengunjung Mall ?

BERLAYARINFO.com – Bali, Advokat SAFERIYUS HULU, SH., MH menjelaskan Tugas  dan Fungsi Satuan Pengamanan (SATPAM) adalah membantu pimpinan perusahan, atau pimpinan organisasi dilingkungan kerjanya saja dalam hal pengamanan.

Menurut SAFERIYUSU HULU, SH., MH Bahwa SATPAM Bukanlah penyidik, bukan penegak Hukum tetapi SATPAM adalah Personel yang telah mengikuti pelatihan dari Kepolisian Republik Indonesia dibekali ilmu satuan pengamanan dan diberikan Sertifikat Lulus dari Pelatihan satuan pengamanan, sehingga SATPAM memiliki kemampuan untuk melindungi dan mengayomi lingkungan atau tempat kerjanya.

Menurut Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (“UU 2/2002”) pengemban fungsi kepolisian adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dibantu oleh: kepolisian khusus, penyidik pegawai negeri sipil, dan/atau bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. Dari Swakarsa inilah masuknya Satpam, dimana suatu bentuk pengamanan yang diadakan atas kemauan, kesadaran, dan kepentingan masyarakat sendiri yang kemudian memperoleh pengukuhan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, seperti satuan pengamanan (satpam) lingkungan dan badan usaha di bidang jasa pengamanan.

Swakarsa pengamanan SATPAM memiliki kewenangan kepolisian terbatas hanya meliputi lingkungan pemukiman, lingkungan kerja, lingkungan pendidikan. Contohnya adalah Perusahaan, Perkantoran, atau tempat-tempat usaha lainnya yang diperlukan penjagaan SATPAM.

Terdapat dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Nomor 24 Tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah. Pasal 1 ayat 6 “Satpam adalah satuan atau kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/badan usaha untuk melaksanakan pengamanan dalam rangka menyelenggarakan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya”. 

Tempat kerja yang dimaksud adalah setiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana kegiatan usaha dan fungsi pelayanan publik berlangsung serta terdapat sumber-sumber ancaman dan gangguan keamanan baik fisik maupun non fisik di dalam wilayah negara Republik Indonesia.

Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai SATPAM berperan pembantu Polri dalam pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan peraturan perundang-undangan serta menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan keamanan (security mindedness dan security awareness) di lingkungan/tempat kerjanya.

Selain itu, dalam melaksanakan tugas pokoknya, berdasarkan Pasal 16 ayat (1) huruf a UU 2/2002, Polri berwenang melakukan penggeledahan. Satpam bukalah Polri, sehingga SATPAM Tidak dapat melakukan Penggeledahan badan seseorang. Karena penggeladahan badan seseorang merupakan rangkaian penyidikan terkait perkara yang sedang disidik. Hanya Penyidik yang dapat menggeledah  badan seseorang atas izin atau penetapan ketua pengadilan Negeeri setempat.

Seragam Satpam atau biasa disingkat GAM SATPAM adalah pakaian yang dilengkapi dengan tanda pengenal dan atribut tertentu sesuai aturan dari kepolisian sebagai pengawas dan pembina teknis Satpam yang dipakai dan digunakan oleh anggota Satpam serta telah mendapat pengakuan dari Polri untuk dapat melaksanakan tugas sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas pada lingkungan kerjanya saja, pakaian seragam SATPAM tidak dapat digunakan ditempat lain selain ditempat Kerja, jika menggunakan ditempat lain wajib disertai dengan surat tugas dari Pimpinan Perusahaan atau atasanya.

SATPAT Wajib memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Satpam yang merupakan sebagai identitas kewenangan melaksanakan tugas pengemban fungsi kepolisian terbatas di lingkungan kerjanya. KTA wajib diperlihatkan apabila diperlukan untuk membuktikan kewenangan yang dimilikinya saat bertugas.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *