Viral Pemukulan Mahasiswa di Gerbang Bea Cukai Batam

BERLAYARINFO.com – Batam,  Viral pemberitaan kejadian pengeroyokan terhadap sekitar 15 mahasiswa, yang dilakukan oleh segerombolan preman yang tidak diundang. Kejadian ini terjadi 25 Maret 2024 lalu di gerbang pintu masuk kantor Bea dan Cukai Batam.

Tujuan aksi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kepri ini, untuk menuntut Bea dan Cukai Batam menindak tegas peredaran rokok ilegal di Batam dan didaerah sekitarnya Padahal, menurut sumber yang layak dipercaya, aksi mahasiswa sudah mengantongi izin dari instansi

Ketika hal tersebut dikonfirmasi media BERLAYARINFO.com (3/4) melalui Humas Bea dan Cukai Batam, Mujiono, mengatakan: pihak Bea dan Cukai Batam tidak mengetahui adanya pemukulan terhadap masiswa itu. ” Malah informasi ini baru kami tahu dari rekan-rekan media”ujarnya.

Salah seorang aktivis senior di kota Batam sering di sapa Bg Azhar,  mencurigai orang-orang tak dikenal yang mencoba menghambat aksi demo mahasiswa tersebut adalah orang – orang suruhan dari beberapa mafia Pelaku pemain rokok ilegal, yang diduga berkolaborasi dengan oknum- oknum Bea dan Cukai Batam. Kecurigaan kita ini bukan tanpa alasan, disebabkan bahwa aksi demo mahasiswa tersebut menyuarakan terkait maraknya peredaran rokok ilegal, di kota Batam.

SAFERIYUSU HULU SH, MH. Selaku Advokat dan Konsultan hukum menyampaikan pendapat terhadap jerat hukum bagi penjual rokok Illegal. “Hati-hati Menjual Rokok Illegal, baik itu penjual maupun orang yang menawarkan pun bisa dipidana sebagaimana diatur dalam rumusan Pasal 54 uu nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai.

“Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas
untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau
pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar“.

Lanjut SAFERIYUSU HULU terkait pengeroyokan yang dilakukan oleh preman-preman yang diduga suruhan bea cukai tersebut “siapapun tidak boleh menghalangi orang lain untuk menyampaikan pendapat di depan umum, apalagi disertai dengan kekerasan bilamana hal itu dilakukan artinya menghalangi orang yang menyampaikan pendapat di muka umum maka perbuatan itu merupakan kejahatan dan tentunya bisa dipidana selama 1 tahun. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum ayat (1) “Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan menghalang-halangi hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang telah memenuhi ketentuan Undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun“.

Hukuman lebih beratnya lagi, Ya kalau memang ada bukti seperti video, foto-foto dan lain sebagainya yang bisa menjadi petunjuk atau alat bukti lain terhadap kejadian itu, maka pelaku pengeroyokan tersebut harus diproses secara hukum. Hukumnya jelas sebagaimana diatur dalam rumusan Pasal 170 K.U.H.Pidana diancam 5 tahun penjara, saksi-saksi juga nanti akan dipanggil, saya kira bahwa sesuai informasi yang beredar kita dengar beberapa video secara jelas kelihatan para pelakunya, tinggal dilaporkan saja” tutur SAFER pengacara kondang.

 

Red, Tohom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *