Wanita Hamil Tewas Kecelakaan di Nusa Penida Akan Dikubur Bersama Janinnya

BERLAYARINFO.com – Ni Komang Ayu Sriasih (22), wanita hamil besar yang tewas setelah motornya masuk jurang di Jalan Raya Waru, Desa Klumpu, Nusa Penida, Klungkung, akan dikubur satu liang lahat bersama janin yang dikandungnya. Selasa (13/2/2024).

Kakak iparnya, Ni Ketut Susanti (24), yang juga tewas dalam peristiwa itu ikut dikubur bersamaan di Desa Tanglad, Nusa Penida pada Rabu (14/2/2024).

Salah satu keluarga korban, Wayan Sudana, mengungkapkan untuk sementara jenazah ketiganya masih dititipkan di kamar mayat Rumah Sakit Umum (RSU) Gema Santi Nusa Penida. Saat ini, keluarga sedang menyiapkan semua sarana upacara terkait kematian mereka.

“Berdasarkan hasil paruman (rapat) upacara penguburan dilakukan pada hari Rabu sore (14/2/2024),” ujar Sudana saat dihubungi, Senin (12/2/2024).

Kelurahan/Desa Puupi, Kecamatan Sawa, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Namun, dia berasal dari Desa Tanglad. Sudana menceritakan pagi itu Ayu sedang diantar ke tempat bekerja oleh Susanti. Tiba di lokasi kejadian, motor yang mereka tumpangi hilang kendali dan jatuh ke jurang. Nahas, kejadian itu baru diketahui siang hari.

“Kami benar-benar kehilangan, semua warga terkejut dengan kejadian yang menimpa keluarga kami,” ujar Sudana.

Dia mengungkapkan Ayu tengah mengandung anak keduanya. Usia kandungannya sudah delapan bulan dan sebentar lagi melahirkan. Ibu muda tersebut meninggalkan seorang suami dan anak yang masih duduk di bangku kelas dua SD.

Polisi Dalami Sebab Kecelakaan

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Nusa Penida Kompol Ida Bagus Putra Sumerta mengatakan kepolisian sedang mendalami penyebab kecelakaan. Dia membeberkan lokasi kejadian merupakan jalanan menurun dan berbelok. Pada sisi kanan dan kiri ada jurang yang dalam. Di bawahnya merupakan kebun jagung milik warga.

“Saat itu warga yang melintas tidak mengetahui ada yang mengalami kecelakaan dan jam 12.00 Wita baru ada warga melihat dan melakukan pertolongan,” kata Sumerta.

Sebenarnya, jalan yang dilalui dua perempuan yang berboncengan menggunakan motor Honda Beat itu cukup lebar, yakni 5 meter. Jalan itu juga sudah dilengkapi pengaman masing-masing 30 sentimeter. Kondisi jalan juga mulus karena baru diaspal.

Polisi sejauh ini belum bisa memastikan apakah kondisi motor korban saat itu remnya blong atau ada hal lain. Namun, Sumerta melanjutkan, yang jelas pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan sehingga meluncur jauh ke bawah. Kondisi motor sendiri mengalami kerusakan cukup parah.

Sebelumnya, seorang warga Nusa Penida menyampaikan informasi kecelakaan maut itu lewat siaran langsung atau live melalui media sosial Facebook atas nama akun Dex Asta, pukul 12.00 Wita, Minggu (11/2/2024). Dia berupaya mencari warga yang mengenali wajah korban.

Ia sempat mengecek nadi pemotor berjaket hitam yang sudah tidak berdetak dan sempat memberikan air minum kepada ibu hamil tersebut.

Sementara itu, Direktur RSU Gema Santi I Ketut Rai Sutapa mengatakan korban kecelakaan tiba di rumah sakit dengan kondisi sudah tak bernyawa. Ayu meninggal karena mengalami pendarahan dan luka-luka.

Menurutnya, bayi malang yang dikandung Ayu telah dikeluarkan melalui operasi.

“Ibu hamil meninggal, termasuk bayi dalam kandungannya. Saat ini masih disemayamkan di kamar jenazah rumah sakit,” kata Sutapa.

 

Sumber: detik.com

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *